Kemacetan tersebut terjadi bukan hanya karena angkot, tapi juga karena permukaan jalan di sekitar lokasi bergelombang.
Kemacetan tersebut terjadi bukan hanya karena angkot, tapi juga karena permukaan jalan bergelombang.

PULUHAN kendaraan Armada Angkutan Umum (Angkot) sempat dipindahkan beberapa kali oleh DLLAJ ke terminal Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. Perpindahan tersebut dilakukan guna menghindari kemacetan parah, mulai dari pertigaan Metland Transyogi hingga perempatan fly over Cileungsi.

Namun, setelah dipindahkan berkali-kali itu, tetap saja angkot tersebut kembali nongkrong di perempatan Cileungsi. Penumpukan angkot di perempatan itu mengganggu laju pengendara lain yang melintasi jalan tersebut.

Bukan hanya penumpukan angkot, tingkah sopir angkot saat menaikan atau menurunkan penumpang juga menjadi masalah. Petugas DLLAJ, Rasam (47), mengaku kewalahan menertibkan para angkutan umum yang diduga penyebab kemacetan.

“Udah pernah dimasukin (ke terminal) tiga kali, gak mempan,” ujar Rasam ketika ditemui, Kamis (24/16).

Seorang tukang ojek yang biasa mangkal di perempatan Cileungsi, Sapri (50), mengaku kemacetan parah sering terjadi pagi, siang dan sore hari. Ia juga menambahkan kemacetan tersebut terjadi bukan hanya karena angkot, tapi juga karena permukaan jalan di sekitar lokasi bergelombang.

“Macet parah. Biasa gini. Ini mah tiap hari. Pagi, siang, sore, sama aja,” tutur Sapri. Situasi macet memberi keuntungan tersendiri bagi tukang Ojek sebagai penjual jasa transportasi cepat. [reza]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here