SMP N 3 Gunung Putri sudah dua hari terendam air hingga masuk ke ruangan. Banjir tersebut diakibatkan air setu di belakang, penuh dan meluap hingga masuk ke area sekolahan. Selain itu, salah satu penyebab meluapnya air di area SMP ini juga karena ditutupnya saluran pembuangan air oleh pengelola setu. Menurut salah satu penjaga sekolah, Karya, ada saluran air setu di luar sekolahan, namun luapan tetap saja melanda area ini.

Pada hari pertama banjir yang masuk air ke area sekolah mencapai lutut orang dewasa. salah satu guru dibidang sarana prasana, Ucu Subarnas mengatakan, hari pertama mencapai satu meter.

“Masuk lewat lubang angin pagar belakang sekolah, sekarang aja udah lumayan surut,” ujar Ucu kepada TCA, Kamis (13/4) siang.

Meski banjir ini bukan pertama kalinya, tetap saja membuat para guru resah dan serba salah untuk malaksanakan tugasnya.

“Iya ini untung aja ada kantin, kalau gak ada kantin mah pagar ini bisa ambruk, mau belajar juga takut jebol, khawatir anak-anak jatuh, padahal Senin mau mulai ujian, ” tutut Ucu.

Guru sarana prasarana ini juga menyebutkan, Kepala Desa beserta jajarannya juga meninjau langsung kesini.

“Iya barusan, pa Kades serta jajarannya kesini, melakukan musyawarah dengan warga sekitar, pihak sekolah, serta orang yang terkait, agar dibukanya saluran air tersebut,” pungkas Ucu.

Banjir yang sama seperti ini, pertama kali terjadi pada 2001, kemudian kemudian kembali dirasakan 2010. Menurut penjaga sekolah, Karya, banjir ini sering, air bisa bertambah tinggi lagi jika terjadi hujan meski saluran pembungan dibuka. (rez)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here