TUMBUHNYA perekonomian yang demikian pesat mendorong pula pertumbuhan kelas menengah yang ditandai dengan semakin banyaknya kebutuhan akan tenaga kerja professional. HR Soemitro, Dr Bambang TC dan beberapa rekannya berusaha untuk mewujudkannya dan mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWI Jakarta. Lahir dari prakarsa dan keinginan luhur para pendiri, untuk turut andil dalam rangka ikut mencerdaskan kehidupan bangsa serta memberikan kesempatan seluas-luasnya pendidikan manajerial untuk segala lapisan, kelas menengah ke bawah dan atas.

Berdasarkan Akte Notaris, RN.Sinulingga SH, Nomor 475 tanggal 28 Oktober 1991 dan terdaftar pada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dengan nomor: 77/A.WAPAN/1992/PNJS, pada 7 September 1992, berdirilah Yayasan Institut Pengembangan Wiraswasta Indonesia (IPWI) yang kebetulan awal kepemimpinannya dari Yayasan, Ketua BPH, Ketua STIE dan Dewan Penyantun adalah bekas pejuang bersenjata, khususnya Tentara Pelajar (TGP, TP). Berlokasi di Jalan Raya Pasar Minggu Km.18 Jakarta.

Setelah melakukan perjuangan yang berat, sejak mengajukan ijin pertama kali, tantangan pun silih berganti. Pada 29 Juli 1993, IPWI berdiri berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 79/D/0/1993 tertanggal 12 Juli 1993. Karena saat itu sebuah perguruan tinggi harus memiliki minimal satu program studi, maka bersamaan pula pembentukan program studi Magister Manajemen yang diselenggarakan oleh Yayasan Institut Pengembangan Wiraswasta Indonesia di Jakarta.

Kuliah perdana Angkatan pertama program ini diselenggarakan pada tanggal 4 Oktober 1993 dengan jumlah mahasiswa sekitar 200 orang. Kemudian ditahun-tahun berikutnya jumlah siswa terus bertambah Sesuai dengan keinginan pendiri bahwa sasaran peserta didik berasal dari lapisan menengah kebawah maksudnya adalah menekankan kepada kemampuan atau kesediaannya mengikuti program dengan biaya rendah.

Menjamurnya program pendidikan mengatas namakan STIE IPWI diberbagai wilayah membuat Yayasan mengambil keputusan, maka Pada tahun 2001 ditetapkan bahwa Sekolah Tinggi ilmu Ekonomi IPWI hanya ada di Jakarta saja yang kemudian ditetapkan dengan surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 48/D/0/2001 tentang perubahan nama Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWI berlokasi di Jakarta menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWI Jakarta atau disingkat menjadi STIE IPWIJA.
Tahun 2013, kampus STIE IPWIJA di Gd. Adhi Graha dan Ps.Minggu pindah ke Cikeas, Gn.Putri. Dengan menempati lokasi dengan luas kurang lebih 1500mtr, STIE IPWIJA melebarkan sayap guna menjangkau masyarakat disekitar Cibubur-Jakara. Serta pada tahun 2016 dilaksanakan peletakaan batu pertama pembangunan Kampus Utama di daerah Baping-Jakarta.

Bermotokan kebersamaan, keterbukaan, dan berkesinambungan serta bervisikan menjadi perguruan tinggi yang menginspirasi mahasiswa memiliki kemampuan manajerial dan jiwa kewirausahaan yang berkarakter di tahun 2020, dengan selogan STIE IPWIJA PILIHAN GENERASI CERDAS ini masuk dalam peringkat 283 dari 3244 PTN dan PTS seluruh Indonesia (masuk dalam kategori 8.7% Perguruan Tinggi terbaik se-Indonesia). STIE IPWIJA menyediakan sarana dan prasarana, hal ini berdasarkan SK Ketua STIE IPWIJA Nomor: 013/KS-IPWIJA/IX/2012 tentang Prasarana dan Sarana Pembelajaran yang terpusat dan Aksesibilitas bagi Sivitas Akademika. Prasarana dan sarana pembelajarn yang terpusat dan lengkap serta mudah diakses sivitas akademika berupa Ruang Terbuka, Ruang Seminar, Perpustakaan Terpadu, tersedia Wifi Hot Spot, Laboratorium Komputer, Manajemen dan Kewirausahaan serta Inkubator Kewirausahaan.

Selain itu, IPWIJA juga memiliki tiga kampus dengan lokasi yang berbeda. Kampus 1 terletak di Jalan Tebet Barat Dalam VI no 39-40 Tebet, Jakarta Selatan dengan luas 1000 m2 . kampus 2 di Cikeas, Nagrak, Jl. Letda Natsir No.7 Cikeas, Nagrak, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor dengan luas 5000 m2 dan Kampus Utama Baping, Jl. H. Baping No.17 Ciracas, Jakarta Timur yang rencananya dengan luas 1900 m2 .

IPWIJA juga meluluskan orang-orang besar seperti Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Heru Arnowo, SH, MM, Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan RI dan H. SUNARYO, SE, MM, Kepala Subdirektorat Perencanaan Anggaran Operasional dan Pengelolaan Aset Haji Direktorat Pengelolaan Dana Haji dan Sistem Informasi Haji Terpadu Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian. (rez)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here