Siapa sangka pabrik Mercon PT Panca Buana Cahaya Sukses di Kompleks Pergudangan 99 Jalan Raya Salembaran Cengklong, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, akan meledak. Padahal pabrik tersebut baru dua bulan beroperasi, sudah memakan korban puluhan jiwa. Atas kejadian ini para keluarga korban, syok dan tak percaya, bahwa tempat salah satu keluarganya hancur.
Salah satunya Suryadi, warga Kelurahan Selambaran jaya ini, baru aja mengatarkan istrinya, Zuhro ke lokasi kerja Kamis pagi. Dia tidak percaya bahwa pabrik mercon tempat istrinya bekerja meledak. Istri Suryadi baru bekerja 10 hari, usai mengantarkan belahan jiwanya pun tak memiliki firasat aneh karena berjalan seperti hari-hari biasanya. Lelaki 42 tahun ini mengetahui peristiwa ledakan pabrik tersebut dari televisi dan warga sekitar.

Dikutip dari Liputan 6.com, bahwa Suryadi mengaku langsung mendatangi pabrik tersebut. Dia langsung cek ke lokasi, Rumah Sakit terdekat namun istrinya tidak ada. Menurut petugas beberapa orang di bawa ke RS Polri, dan sampai sekarang istrinya belum ketemu juga.
Suryadi langsung mendatangi RS Polri dan tak bisa menutupi kecemasannya saat tiba di lokasi parkir posko Ante Mortem RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur. Warga Tangerang itu berjalan sambil memegang kedua mata dan jari telunjuknya mecoba membendung tangisnya. Dia datang bersama rombongan untuk mencari tahu nasib sang istri. Berbekal surat nikah dan foto, ia melapor dan menyerahkan data-data yang diperlukan petugas Ante Mortem di dalam posko.

Menurutnya Dia, dalam posko tersebut dimintai keterangan termasuk ciri-ciri istrinya. Ia membawa surat nikah, KTP, Kartu Keluarga (KK), foto anak dan istri. Serta diambil juga data anaknya. Dia juga menuturkan petugas Ante Mortem memberikan informasi perkiraan lama proses identifikasi dan Ia mengaku diminta kembali ke RS Polri dua hari ke depan atau Sabtu 28 Oktober.

” Kata petugas ditunggu saja, nanti kalau sudah selesai identifikasi dan hasilnya identik nanti dikabarin lagi. Katanya 1 atau 2 hari,” ungkap Suryadi.

Suryadi masih enggan menanggapi soal ganti rugi atau akan menuntut pemilik pabrik mercon atas peristiwa yang diduga menimpa istrinya. Ia mengatakan akan berbicara dengan pihak keluarga korban lain terkait peristiwa yang menewaskan 47 orang itu.

” Ya kami kan nggak sendirian juga, nanti akan berunding dengan pihak keluarga lain kami juga akan bermusyawarah. Terus sampai sekarang perusahaan belum hubungin saya. Belum ada pikiran mau nuntut ganti rugi, yang penting cari istri saya dulu,” tandas Suryadi. (Rez/Lip6)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here