Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) dan Program Jaminan Sosial menciptakan kesejahteraan kepada seluruh rakyatnya. BPJS juga bertujuan memberikan jaminan terpunuhinya serta kebutuhan dasar hidup yang layak bagi setiap peserta atau anggota keluarganya. Selain itu, pemerintah juga memberikan sanksi bagi Rumah Sakit (RS) yang menolak Pasien. Hal itu tertera dalam Undang-Undang (UU) Kesehatan 36/2009 pasal 32 ayat 2. Sedangkan dalam pasal 190 ayat 1, pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan maupun tenaga kesehatan yang melanggar pasal 32 ayat 2, dipenjara maksimal 2 tahun dan denda maksimal Rp 200 Juta.
Peraturan tertulis serta Jaminan kesehatan tersebut masih saja dirasakan kurang, bagi sebagian masyarakat. Salah satunya warga Gunung Putri yang berinisial SR, dimana keluarganya menggunakan BPJS, namun tetap saja tidak mendapatkan pelayanan memuaskan.
Keluarga SR yang menggunakan BPJS, mengeluh akan tindakan Rumah Sakit (RS) Tamrin Cileungsi terhadap pasien BPJS, pasalnya baru 4 hari di rawat, sudah disuruh pulang hingga meninggal dunia esok hari.
Akhirnya keluarga mengadu kepada pihak BPJS namun, pihak BPJS menanggapi dengan santai, bahwa itu prosedur.
” Tolonglah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mau pun pihak BPJS, jangan sampai kejadian ini terulang kembali, apa perlunya BPJS, jika pasien yang belum sembuh setelah beberapa hari dirawat langsung disuruh pulang? Mengapa tidak sampai kondisinya baik dan sembuh? Mengapa seperti itu? Mengapa hal itu dianggap prosedur?,” ujar SR saat ditemui tim,Sabtu (11/11) pagi. (Pengamat Kesehatan Masyarakat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here