JALUR alternatif Transyogi-Cibubur seharunya memiliki jembatan penyebrangan orang (jpo). Sebab arus lalu lintas(lalin) yang padat di kawasan tersebut sangat berbahaya bagi para penyeberang jalan. Pasalnya kerap terjadi kecelakaan lalu lintas sehingga meresahkan masyarakat sekitar.

Rima, salah satu pejalan kaki yang hendak menyeberang jalan di wilayah tersebut mengatakan, kengerian kerap timbul ketika ingin menyeberang. Ia juga menyampaikan, pada jam-jam tertentu, ketika belum macet, laju kendaraan mobil maupun motor sangat kencang.

”Kalau di sini kondisi gak macet, pasti mobil atau motor dari arah Kota Wisata-Cibubur Junction itu ngebut-ngebut. Beda sama yang ke arah sebaliknya, karena pasti macet dan gak ada yang ngebut,” ujarnya Rima, Senin (21/5).

Ahmad afrizal, warga Kelurahan Cibubur juga mengatakan, saat hendak menyeberang di depan Mal Cibubur Junction, kondisinya sangat berbahaya. Karena jalur tersebut merupakan tikungan yang terkadang pengendara tidak dapat melihat orang yang menyeberang.

” Takut saya lihat motor dari arah sana, soalnya belokan. Harus nyebrang bareng-bareng,” tutur Ahmad.

Di sepanjang jalur alternatif Transyogi-Cibubur hanya terdapat satu JPO yang berada dekat dengan Mal Ciputra Cibubur (MCC). Selain itu, minimnya fasilitas pedestrian juga membuat para pejalan kaki harus berjalan tepat di badan jalan. (Rez)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here