WARGA Cibubur mengeluh jalur Alternatif Transyogi Cibubur rawan bagi kendaraan tinggi. Pasalnya jalan tersebut penuh spanduk dan baliho yang asal pasang. Batang-batang pohon yang sudah rimbun dipaku karena span¬duk juga dipasang sangat berdekatan dengan langit-langit jalan
Warga Kelurahan Jatikarya Ridwan Sadewo mengatakan, ada beberapa titik penempatan spanduk yang membuat jalur alternatif Transyogi-Cibubur rawan bagi kendaraan tinggi.

” Karena spanduk tersebut membentang di tengah jalan yang hanya sekitar 3 meter dari aspal,” ujar Ridwan, Selasa (5/6).

Menurutnya, kendaraan tinggi memiliki ukuran lebih dari 3 meter, dan bila kesangkut akan membahayakan pengendara lain. Ia juga menuturkan, sudah beberapa kali kecelakaan disebabkan spanduk putus. Ironisnya, spanduk di jalur tersebut malah semakin banyak.

” Se¬harus¬nya kalau sudah lihat ada yang celaka, spanduk-spanduk itu ditertibkan. Kalau begitu terus, bisa saja jatuh korban lagi,” terangnya.

Dia berharap, pemerintah setempat bisa lebih bijak melihat gangguan bagi pengendara yang melintas. Karena, jumlah spanduk tersebut terhitung begitu banyak, penempatannya pun membentang dan sangat berbahaya.

” Meski punya izin, ya, tolong pemerintah perhatikan juga keselamatan pengendara yang melintas. Bahaya banget soalnya. Memang sekarang-sekarang ini belum ada kejadian, tapi nanti bisa saja terjadi,” pungkasnya (Rez)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here