Habib Abdurrahman Al-Habsyi yang menjadi pembicara pada Tabligh Akbar peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di halaman Masjid Ar Rayyan Villa Nusa Indah 5 Ciangsana, Gunung Putri, Bogor, Minggu 31 Maret 2019 mengatakan passwod bagi seorang Muslim untuk sampai di Telaga Al-Kautsar Nabi Muhammad SAW di yaumil akhir nanti adalah orang yang bisa menjaga wudhu dan sholatnya.

“Orang yang tegak sholatnya, tegak hubungannya dengan Allah, dan tegak pula hubungannya dengan hamba-hamba Allah yang lain. Mereka inilah yang nanti ketika sampai ke telaga Al-Kautsar memiliki ciri khusus yang bisa meminum air telaga itu,” kata Habib Abdurrahman Al-Habsyi, Pemimpin Majelis Taklim Nurahman Condet pada Tabligh Akbar yang diadakan bersamaan dengan 24 Rajab 1440 H, pukul 10.00 pagi sampai 12.00 WIB.

Tabligh Akbar ini digelar oleh Panitia Bersama Dewan Kemakmuran Masjid dan Mushola (DKM) dari empat masjid dan mushola di lingkungan Villa Nusa Indah 5 Ciangsana, difasilitasi oleh dua RW, yakni RW 28 dan RW 13, disupport oleh ibu-ibu Majelis Taklim Al Ihsan di lingkungan RW 13.

 

Ada pun yang diundang pada acara Tabligh Akbar ini adalah seluruh warga di sekitar Desa Ciangsana.(TCA)

Ada yang menarik dari pengelolaan kegiatan keagamaan di lingkungan dua RW ini. “Tahun ini yang menjadi tuan rumah dari kegiatan-kegiatan keagamaan di dua masjid dan dua mushola ini adalah Masjid Ar Rayyan,” kata DKM Masjid Ar Rayyan Muhammad Yusuf kepada Tabloid Cibubur Aktual.

 

Ketua RW 13 Sadikun menjelaskan karena di Villa Nusan Indah 5 Ciangsana yang terdiri dari dua RW, yakni RW 29 dan RW 13, maka diadakan paguyuban panitia bersama gabungan dari kedua RW tersebut.

 

“Kegiatannya setiap tahun digilir, karena di Villa 5 ada dua masjid dan dua mushola, kebetulan tahun ini menjadi giliran Masjid Ar Rayyan yang berada di RW 13 yang melaksanakan tabligh akbar ini,” jelas Sadikun.

 

Pembicara yang dihadirkan selain Habib Abdurrahman Al-Habsyi, Pimpinan Majelis Taklim Nurahman Condet (TCA)

Kegiatan keagamaan ini, lanjut Sadikun, dilaksanakan bergilir setiap tahun. “Paling kurang setahun dua kali kegiatan. Tahun kemarin adalah giliran Masjid Babussalam, tahun 2019 Ar Rayyan sebagai tuan rumah. Tabligh akbar bagi Ar Rayyan adalah acara yang pertama, nanti akan ada lagi acara kedua halal bi halal sehabis lebaran,” katanya.

Kegiatan keagamaan di lingkungan yang difasilitasi oleh pemerintahan perangkat RW seperti ini, dimaksudkan untuk siar Islam dan membangun kerukunan bersama ummat.

Ditambahkan oleh Ketua DKM Masjid Ar Rayyan, Tabligh akbar bisa menyesuaikan dengan bulan-bulannya, “Seperti pada bulan Rajab ini diadakan Isra’ Mi’raj, sedangkan di bulan Maulid akan diadakan peringatan Maulid Nabi dan seterusnya seperti itu.”

Tabligh akbar bagi Ar Rayyan adalah acara yang pertama. (TCA)

Ada pun yang diundang pada acara Tabligh Akbar ini adalah seluruh warga di sekitar Desa Ciangsana beserta perangkat-perangkat desa yang ada di Ciangsana.

Sementara pembicara yang dihadirkan selain Habib Abdurrahman Al-Habsyi, Pimpinan Majelis Taklim Nurahman Condet, sebelumnya juga dijadwal akan hadir Ustadz Muhammad Syauqi MZ putra dari Almarhun KH Zainuddin MZ, yang akhirnya berhalangan hadir.

Dalam menyampaikan tausyiahnya, Habib Abdurrahman Al-Habsyi mengajak untuk menjadikan peringatan ini sebagai momentum utama untuk mengoreksi ibadah sholat.

Manusia nanti di yaumul akhir, kata dia, akan melewati tiga titik. Yang pertama Telaga Al-Kautsar, kedua timbangan dan yang ketiga jembatan penyeberangan manusia.

 

Tabligh Akbar yang diadakan bersamaan dengan 24 Rajab 1440 H, pukul 10.00 pagi sampai 12.00 WIB.  (TCA)

Rasulullah SAW menanti kita di Telaga Al-Kautsar, yakni telaga yang dijanjikan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW sebagai titik kumpul ummatnya, sebagaimana ummat-ummat nabi yang lain yang memiliki titik kumpul tersendiri.

Habib Abdurrahman Al-Habsyi mengatakan tiap-tiap rasul memiliki kebanggaan atas telaga mereka. Masing-masing rasul saling membanggakannya satu sama lain. Nabi SAW mengatakan, beliau sangat berharap bahwa telaganya adalah yang paling banyak pengunjungnya.

Dan kita sebagai ummatnya yang baik, berbudi dan mencintai Rasulullah SAW pasti menginginkan untuk memenuhi harapan Sang Nabi. Untuk memenuhi harapan nabi itu, kata Habib adalah selagi masih di dunia, kita harus merawat dan jaga rukun iman dengan sebaik-baiknya.

Dengan cara demikian kita akan sampai di telaga Rasulullah SAW. Telaga Al-Kautsar seperti yang diceritakan dalam hadits luasnya mulai dari Mekah sampai ke Yordania yang berisi air yang lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu.

Habib Abdurrahman Al-Habsyi mengatakan tiap-tiap rasul memiliki kebanggaan atas telaga mereka. (TCA)

Namun, seperti diriwayatkan oleh Imam Muslim, tidak pula semua ummat yang bisa sampai ke telaga Nabi SAW bisa meminum air di dalam telaga tersebut.

“Karena setelah Nabi tiada, banyak yang mengaku ummat Nabi Muhammad, mengaku Islam, tetapi tidak menjalankan ajaran agam yang dia bawa. Mengaku ummat Nabi Muhammad, tetapi sholat tidak pernah,” ujar Habib Abdurrahman Al-Habsyi.

Habib menyentil cara sholat ummat Muhammad yang menyebabkan mereka tidak bisa meminum air telaga Al-Kautsar. Banyak ummat Muhammad yang sholatnya musiman, sholat hanya jumatan atau satu tahun dua kali, taraweh cuma pada hari pertama sampai hari ketiga.

Karena itu, katanya, peringatan Isra’ Mi’raj adalah momentum utama di mana kita mengingat-ingat secara cermat dan baik tentang pesan Allah kepada Rasul-Nya tentang mengerjakan sholat.

Di situ, kata Habib, diperintahkan tentang menegakkan sholat, bukan mengerjakan sholat. Makanya dalam Qur’an dikatakan ada orang yang mengerjakan sholat tetapi celaka, karena mereka sholat anshalatihin, bukan fii shalatihin. “Orang yang sholat tetapi sholatnya tidak tegak dalam kehidupannya,” ujarnya.

Orang yang tegak sholatnya, tegak hubungannya dengan Allah, dan tegak pula hubungannya dengan hamba-hamba Allah yang lain. Mereka inilah yang nanti ketika sampai ke Telaga Al-Kautsar memiliki ciri khusus yang bisa meminum air telaga itu.

Habib Abdurrahman Al-Habsyi mengatakan, mereka memiliki tangan dan kaki yang bercahaya. Yakni cahaya yang disebabkan oleh bekas air wudhu mereka. Mereka inilah yang dipanggil merapat oleh Nabi SAW dan dipersilahkan minum air Telaga Al-Kautsar.

“Berarti mereka ini adalah orang yang menjaga wudhunya. Orang yang menjaga wudhunya adalah orang yang merawat sholatnya. Berarti password untuk bisa sampai ke Telaga Al-Kautsar dan meminum airnya adalah: Jaga Wudhu dan Jaga Sholat,” kata Habib.

Indonesia, kata Habib Abdurrahman Al-Habsyi diisi oleh mayoritas Muslim. Namun hasil kajian beberapa tahun lalu menyebutkan bahwa Muslim Indonesia yang merawat sholat wajibnya sekitar 50 persen.

Sementara Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Desa Ciangsana H. Darma dalam kesempatan yang sama mengapresiasi kerja panitia yang telah membuat siar Islam di lingkungan Villa Nusa Indah 5 Gunung Putri tumbuh dan berkembang.

Peringatan Isra’ Mi’raj, kata dia, mengajarkan kepada anak-anak sekarang yang sudah diubah mainset mereka oleh teknologi gadget makna dari peringatan Isra’ Mi’raj. “Agar anak-anak jadi tahu peringatan-peringatan hari besar Islam. Karena anak-anak telah dijauhi dari peringatan hari besar Islam. Anak-anak sudah tidak tahu makna di dalam peringatan Isra’ Mi’raj,” ujarnya. (chi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here