RAT ke-32 Koppas Kranggan: Raih Nilai WTP 2019 dengan Aset Rp121 Miliar

0
294

Ratusan ribu UMKM di Kota Bekasi masih malu-malu mencatatkan diri untuk mendapatkan binaan serta permodalan dari Koperasi. Hal itu terungkap dalam acara Rapat Anggota Tahunan Koperasi Pasar (Koppas) Kranggan.

Rapat Anggota Tahunan ke-32 Koppas Kranggan tahun buku 2019 diadakan pada Kamis, 30 Januari pukul 12.00 WIB di Kantor Pusat Koppas Kranggan, Jl. Raya Pasar Kranggan No.12 Jatisampurna, Kota Bekasi.

Acara ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Bekasi, Chairuman J Putro, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bekasi Drs. Abdillah, M.Si, Camat Jatisampurna, Wahyudin, Ketua Umum Koppas Kranggan, Anim Imanuddin, tokoh masyarakat Kranggan serta para anggota koperasi.

Perkembangan koperasi di Kota Bekasi, kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bekasi Drs. Abdillah, M.Si cukup pesat, ada sekitar 3.000-an, namun yang sudah tercatat dan terbina sekitar 1.200-an sedangkan yang aktif hanya 600-an. Sementara jumlah UMKM di Kota Bekasi lebih dahsyat lagi, yakni sekitar 240.000 UMKM.

“Namun yang baru tercatat dan terbina di Dinas Koperasi dan UMKM baru 3.000-an,” kata Abdillah. Karena itu, kata dia, koperasi masih perlu disosialisasikan, UMKM harus terus diedukasi. UMKM kita masih banyak yang awam. Mereka bisa berkarya, tapi masih enggan melapor untuk mendapatkan surat binaan dari Dinas Koperasi dan UMKM.

“Padahal kalau sudah mendapat surat binaan, Dinas akan membantu permodalan,” kata Abdillah. Saat ini katanya Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bekasi membantu koperasi dan UMKM dengan jumlah dana Rp40 miliar lebih.

Pada kesempatan tersebut Abdillah mengajak koperasi primer dan UMKM untuk tidak ragu-ragu melaporkan diri. Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bekasi juga membentuk “The Best Ten Koperasi” untuk membina dan membantu koperasi-koperasi primer. 10 koperasi sekunder ini salah satunya adalah Koppas Kranggan di bawah kepemimpinan Anim Imanuddin.

Koppas Kranggan sekarang memiliki anggota 39.000 orang dengan penabung 21.000 orang.

Bagusnya iklim koperasi di Bekasi, bisa membuat lembaga keuangan selain bank, seperti Koppas Kranggan begitu eksis dan kuat, Abdillah mengatakan ini berkat dukungan para tokoh dan masyarakat Kranggan yang mau bergabung dengan koperasi.

RAT Koppas Kranggan selalu diadakan pada bulan Januari. Ada empat agenda dalam forum tertinggi Koppas Kranggan tersebut, yakni laporan di bidang organisasi, administrasi, permodalan dan keuangan. “Koperasi yang sehat selalu melaksanakan rapat anggota tahunan. Alhamdulillah kita selalu melaksanakannya pada bulan Januari,” kata Anim.

Pada RAT ke-32 juga dilaksanakan siklus pemilihan lima tahun pengurus. Koppas Kranggan memiliki satu kantor pusat, enam unit kantor cabang dan empat unit usaha perwakilan.

Di bawah kepengurusan yang dipimpin Anim, Koppas Kranggan mencapai prestasi tinggi sebagai Koperasi Terbaik Tingkat Nasional, Koperasi Teladan Tingkat Nasional dan Koperasi Award Tingkat Nasional.

Tahun ini, kata Anim, Koppas Kranggan ingin dan berusaha mencapai prestasi tertinggi, yakni bintang jasa dari presiden. Berkat prestasi yang telah diraih, Koppas Kranggan hampir didatangi seluruh koperasi di Indonesia, menjadi tempat percontohan dan studi banding.

Untuk menjadi koperasi terbaik selain bekerjasama dengan Dinas Koperasi, Koppas Kranggan menjalin kerjasama dengan koperasi-koperasi lain.

Filosofi yang dijalankan Koppas Kranggan menjadi koperasi terbaik disebut dengan 7 Mantap. 1. Mantap organisasi, 2. Mantap SDM, 3. Mantap permodalan, 4. Mantap manajemen, 5. Mantap teknologi, 6. Mantap pelayanan dan 7. Mantap marketing.

Audit oleh akuntan publik Koppas Kranggan meraih nilai terbaik atau wajar tanpa pengecualian (WTP). Dari 21.000 penabung, koperasi mencatatkan jumlah tabungan Rp99 miliar. “Ini kepercayaan yang harus dipertahankan. Koppas Kranggan dapat uang tanpa jaminan hampir Rp99 miliar,” ujar Anim, menambahkan bahwa asset mencapai Rp121 miliar.

Angka asset itu dicapai dalam perjalanan sejarah panjang, dimulai Rp78 juta, lalu naik Rp126 juta dengan kantor pertama di kios berukuran 3×3 m2, mengalami pindah kontrakan berkali-kali, akhirnya punya gedung seperti sekarang.

Aset tersebut digulirkan sebagai pinjaman ke masyarakat di Kota Bekasi, Jakarta Timur, Bogor, Depok dan Kabupaten Bekasi sebanyak 18.000 orang. Sebanyak 18% di antaranya berada di Kota Bekasi.

Menariknya, penjual gerobakan yang tidak bankable menjadi “urusan” Koppas Kranggan. “Ada 2.000 orang pedagang kaki lima yang dibina Koppas Kranggan,” ujar Anim.

Koppas Kranggan setiap tahun selain memberikan SHU kepada anggota yang mencapai Rp55 juta, juga menyisihkan 2% laba usaha untuk CSR, dan sudah memberikan bantuan sebanyak 21 rumah tak layak huni sampai tahun ini.

Satu lagi yang ditunggu para penabung Koppas Kranggan adalah Gebyar Undian Berhadiah akhir tahun yang menyediakan hadiah sebesar Rp360 juta. Hadiah diberikan dalam bentuk sepeda motor, umroh dan lain-lain. Koppas Kranggan juga memberangkatkan tiga marbot untuk umroh ke tanah suci.

Koppas Kranggan sebagai Koperasi Terbaik Nasional juga tidak berlepas tangan dalam memberikan edukasi koperasi kepada pelajar. Sosialisasi koperasi diadakan pada tongkat sekolah-sekolah di Kota Bekasi seperti, SMA 11, SMK 4, SMA 7, SMA Yadika. Dan sukses Koppas ini tak lepas dari kepercayaan anggota kepada pengurus.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here